Kamis, 08 November 2018

Lebih dekat dekat planisphere atau peta bintang


Rasi bintang atau konstelasi merupakan kumpulan bintang yang tampak berhubungan membentuk suatu pola khusus di langit. Pada awal abad ke-20 para astronom merasa perlu membuat sebuah ketetapan dan batasan dari rasi bintang yang resmi untuk digunakan oleh para astronom di seluruh dunia, dikarenakan tiap negara maupun tiap budaya yang ada di dunia memiliki penafsiran tentang rasi bintang yang berbeda. Alasan lainnya adalah untuk mempermudah penamaan bintang variabel baru yang tidak bersinar dengan kecerlangan yang tetap. Bintang seperti ini dinamakan berdasarkan rasi tempat ia berada. Karena itu penting untuk memiliki satu konstelasi yang disetujui oleh semua pihak. International Astronomy Union (IAU) sebagai perhimpunan astronom di seluruh dunia membagi langit berdasarkan 88 rasi bintang. Setiap rasi bintang memiliki jumlah bintang yang berbeda-beda.
Bagi masyarakat awam biasanya sudah mengenal 12 rasi bintang yang dikenal dengan nama rasi bintang zodiak seperti leo, scorpio, dll. Namun, apabila diminta untuk menunjukkan bagaimana bentuk dan dimana letak rasi bintang zodiak tersebut di langit, masih banyak orang yang tidak tahu bentuk dan letaknya. Untuk mengetahui bentuk dan letak rasi bintang yang ada di langit dengan mudah dapat menggunakan sebuah alat yaitu peta bintang atau planisphere.
Rasi bintang scorpio
Planisphere berasal dari bahasa latin Planisphaerium mula-mula digunakan pada abad ke-2 oleh Ptolemy untuk menggambarkan representasi bola Bumi dalam peta pada sebuah bidang. Planisphere pertama kali digunakan sebagai gambaran bola langit pada sebuah bidang pada tahun 1624 oleh Jacob Bartsch. Jacob Bartsch merupakan menantu dari Johannes Kepler.  Peta bintang merupakan proyeksi bola langit atau sebagian bola langit dalam sebuah peta bintang berbentuk lingkaran. Dengan menggunakan peta bintang bisa diketahui obyek apa saja yang akan dapat diamati pada satu waktu tertentu dan dimana posisinya.
Peta bintang
 Peta bintang biasanya terbuat dari kertas sehingga mudah untuk dibawa kemana-mana. Cara menggunakan peta bintang sangat sederhana. Hanya dengan memutar peta bintang tersebut sehingga tanggal dan jam pada saat pengamatan berhimpit. Selanjutnya menghadaplah ke arah yang ditunjukkan pada peta bintang (utara dan selatan). Peta bintang akan menunjukkan bintang-bintang yang dapat dilihat di langit pada jam dan tanggal tersebut.
Bintang yang terlihat pada tanggal 15 November pukul 19.00 dilihat dari sisi utara
Dikarenakan peta bintang itu sangat kecil dibandingkan dengan langit sebenarnya, maka pola bintang akan tampak lebih besar dalam kehidupan nyata daripada di peta. Barat dan timur mungkin terlihat berdekatan dalam peta bintang, namun tentu saja ketika seseorang berdiri menghadap ke arah timur maka arah barat akan berada di belakang punggung.
Tidak semua lokasi dapat melihat rasi bintang secara keseluruhan. Lokasi yang berada di khatulistiwa seperti Indonesia dapat melihat semua rasi bintang yang ada langit. Sementara untuk lokasi yang berada di lintang yang tinggi, rasi bintang yang dapat dilihat lebih sedikit dibandingkan dengan lokasi di khatulistiwa.
Peta bintang yang digunakan di Indonesia biasanya terdapat dua bagian yaitu bagian utara dan bagian selatan. Pada peta bintang yang dirancang untuk digunakan di bumi belahan utara, pola rasi bintang di bagian selatan langit akan membentang miring, sehingga sulit untuk dibandingkan dengan pola rasi bintang yang nyata. Sehingga peta bintang yang dibuat hanya memperlihatkan satu bagian yaitu hanya bagian utara saja. Begitu pula untuk daerah di bumi belahan selatan.
Di jaman teknologi seperti sekarang ini, peta bintang dapat di akses melalui smartphone. Berbagai aplikasi dalam smartphone dapat menunjukkan bentuk dan letak rasi bintang sesuai dengan lokasi penggunanya. Beberapa contoh aplikasi tersebut antara lain sky map dan stellarium mobile.

Sabtu, 03 November 2018

Rest Area

Aku adalah rest area di jalan bebas hambatan
Walaupun terlihat menyenangkan tapi aku bukanlah tujuan
Oleh karena itu, aku sarankan teruslah berjalan
Aku berpesan hati-hati di jalan
Dan aku doakan semoga selamat sampai tujuan

Rabu, 05 Juli 2017

Catatan Perjalanan Gunung Sindoro via Kledung 29-30 Juni 2017

Waaahh... rasanya udah lama gak nulis di blog ini. Udah ada setahun lebih blog ini berhibernasi. Hahaha..
Padahal sudah banyak pengalaman yang terlewati, banyak gunung yang sudah didaki. Kali ini aku mau nulis tentang catatan perjalanan mendaki gunung Sindoro saat libur lebaran. Mumpung orang-orang masih mudik lebaran ya udah ucapin selamat dulu. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H Mohon Maaf Lahir dan Batin. Libur lebaran bukannya pulang kampung malah naik gunung. Ini tipe anak durhaka kata orang-orang. Tapi itukan kata orang-orang bukan kata orang tua. Sebenarnya gak pulang kampung bukan karena ingin naik gunung, tapi ada benarnya juga sedikit walaupun bukan itu alasan utamanya. Ini lama-lama koq jadi curhat yang bukan-bukan ini. Padahal ini mau nulis catatan pendakian bukan curhat-curhatan. Ya udah kita mulai aja catatannya.

Sabtu, 12 Maret 2016

Larangan Dalam Pengembaraan

      Sebagai orang-orang yang suka mengembara ada larangan-larangan yang harus diketahui agar pengembaran menjadi sesuatu yang menyenangkan tanpa menyusahkan lingkungan sekitar ataupun orang lain. Inilah beberapa larangan dalam pengembaran yang harus diketahui.

1.    Membuat api di sembarangan tempat, jika membuat api padamkanlah sehingga tidak ada bara yang masih menyala

Pengertian Hiking, Mengembara, Menjelajah, dan Mendaki (HM3)

    Masih banyak orang yang kesusahan membedakan apa bedanya hiking, mengembara, menjelajah, dan mendaki. Disini saya akan mejelaskan pengertian dari masing-masing istilah tersebut agar kita tidak bingung lagi apa bedanya.


1.    Hiking

Secara umum hiking dapat diartikan sebagai suatu kegiatan perjalanan yang melewati daerah-daerah perbukitan, desa, lembah, sungai, padang rumput, dan sebagainya. Dimana medan tersebut sudah amat dikenal sehingga tidak mengandung resiko yang tinggi. Perjalanan hiking biasanya lebih bersifat rekreatif sekaligus edukatif yang didalamnya banyak mengandung unsur-unsur pioneering.

2.    Mengembara

Mengembara adalah suatu perjalanan dengan tujuan dan maksud tertentu yang memakan waktu dan jarak yang cukup panjang. Medan yang ditempuh bisa melewati perkotaan desa pedalaman, maupun daerah objek wisata. Kegiatan ini biasanya pada tempat-tempat tujuan tertentu akan singgah cukup lama sebelum melanjutkan perjalanan untuk suatu tujuan tertentu pula.

3.       Menjelajah

Penjelajahan bisa digolongkan sebagai perjalanan petualangan yang mengandung resiko tinggi terhadap keselamatan orang atau kelompok yang bertualang. Medan yang ditempuh adalah medan yang asing bahkan sama sekali belum pernah dijamah manusia. Digolongkan beresiko tinggi, karena besar kemungkinan petualang akan merambah hutan yang luas, menyeberangi sungai berarus deras, melewati atau melintas rawa-rawa yang berlumpur dan sebagainya.

4.       Mendaki

Mendaki yang dimaksud disini adalah pendakian suatu gunung tertentu. Pendakian gunung itu sendiri diartikan sebagai suatu perjalanan dari kaki gunung menuju puncak gunung baik melalui jalan yang sudah ada maupun melewati tebing terjal dengan menggunakan bahan perlengkapan dan peralatan sesuai dengan kebutuhan. Oleh Perum Perhutani pendakian gunung diartikan pula sebagai segala bentuk kegiatan perjalanan mendaki gunung baik dilakukan secara perorangan maupun sebaliknya secara berkelompok dengan tujuan olahraga, rekreasi, mengenal lingkungan, menaklukkan alam, maupun bersifat naluri kebudayaan.
 Referensi :
 - Buku Materi Pendidikan Instruktur Muda Racana (PIMR) VII


Selasa, 06 Oktober 2015

PENTINGNYA BERPIKIRAN NEGATIF

Assalamualaikum kawan-kawan. Gimana kabarnya?  Semoga semua sehat dan tidak berkurang suatu apapun. (Aamiin).
Kawan-kawan mungkin tidak mengenal aku tapi aku juga tidak mengenal kawan-kawan. (haha). Mungkin orang sering bilang tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, tak cinta maka tak-tak yang lainnya. (haha). Ya udah disini kita tidak ingin membahas tentang cinta-cintaan. Kenalannya kapan-kapan ajalah. Sebut saja aku pengamat parkir. (jaket oranye meeennn).
Tulisan ini hanya sebuah opini. Jadi kalau ada pihak yang tersinggung, yaa gak apa-apa, namanya juga opini. (opi kumis lain lagi). Yang mau dibahas disini adalaaah (eng.. ing.. eng..) “pentingnya berpikiran negatif”. Berpikiran negatif? Iya, berpikiran negatif. Pada umumnya orang-orang selalu menulis tentang pentingnya berpikiran positif, tapi kali ini tidak. Mungkin karena yang menulis ini bukan orang. (jadi apa coba… haha).
Berpikiran positif memang penting dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kehidupan bermasyarakat. Orang-orang diajarkan untuk melihat sisi baik dari apapun. Memang berpikiran positif itu tidak salah tapi tidak sepenuhnya juga benar.  Aku kasih contoh seperti ini, kawan-kawan melihat laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Ingat!!! Mahram, bukan muhrim. Muhrim itu orang yang sedang melaksanakan ihram sedangkan mahram adalah orang yang tidak boleh dinikahi. (Waduh… ntah kemana-mana pembahasannya). Kembali lagi ke contoh, kawan-kawan melihat laki-laki dan perempuan yang bukan mahram masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu, sedangkan disekitarnya tidak ada orang lain alias sepi…pi…pi…(dikasi efek gema biar asyek… haha).
Coba kawan-kawan pikirkan  yang akan dilakukan oleh kedua orang tersebut di dalam kamar? (Hmm.. apa yaaaa?). Cukup kawan-kawan pikirkan aja jangan dibayangkan. (haha).
Apa kawan-kawan berpikir bahwa yang mereka lakukan didalam kamar terkunci itu adalah sedang belajar kelompok karena besoknya mungkin ada UAS? (haha). Kalau kawan-kawan berpikiran seperti itu berarti kawan-kawan memiliki pikiran positif yang sangat tinggi. (kasih tepuk tangan dulu). Ya semoga apa yang kawan-kawan pikirkan menjadi kenyataan. Semoga mereka didalam kamar sedang belajar kelompok. (Aamiin…).
Tapi kalau kawan-kawan berpikiran bahwa mereka akan melakukan tindakan (tiiiiiiitttt… sensor dulu). Berarti kawan-kawan memiliki pikiran negatif. (Hayyoo…). Apakah kawan-kawan merasa berpikiran seperti ini salah?
Kalau menurut aku sih berpikiran seperti ini tidak salah. (aku sih yes… gak tau kalau dengan tetangga sebelah…). Dengan berpikiran negatif kita bisa lebih berhati-hati dan dapat mencegah atau menghindar dari perbuatan maksiat. Kawan-kawan masih berpendapat bahwa berpikiran negatif adalah salah? Cukup dipendam dalam hati aja unek-uneknya atau kawan-kawan bisa menuliskan opini balasan. (berbalas opini biar keren… he..he..). Mungkin juga kawan-kawan bisa meminta Uya Kuya untuk menghipnotis kawan-kawan agar mengeluarkan unek-uneknya. (katakan apa yang ingin anda katakan… haha)
Kita memang tidak salah berpikiran positif, tapi kawan-kawan harus ingat juga bahwa apapun di dunia ini diciptakan memiliki dua sisi. (kayak koin gitu lho). Yaa mungkin ada yang berpendapat bahwa ada tiga sisi, empat sisi, dan sisi-sisi lainnya. Tapi disini aku hanya membahas dua sisi yakni sisi baik dan sisi buruk. Allah juga menciptakan kita memiliki sisi tersebut, tinggal kita yang menentukan ingin memilih sisi yang mana.
Jika kita lihat lagi contoh diatas, kira-kira yang dilakukan oleh kedua orang di dalam kamar itu akan berpotensi ke sisi yang mana? Ke sisi yang baikkah atau ke sisi yang burukkah? Jika itu berpotensi ke sisi yang baik maka kita harus mendukungnya. (lanjutkan!!!). Jika itu berpotensi ke sisi yang buruk maka kita bisa mencegahnya. (stop!!! buat anak kok coba-coba).
Tapi tidak juga kita harus terus-menerus berpikiran negatif. Sebelum kita berpikiran positif atau berpikiran negatif kita harus menggunakan akal kita. Allah juga sering mengingatkan kita dalam Al-quran “apakah kalian tidak berfikir”, “apakah kalian tidak menggunakan akal”, dll. Akal adalah pembeda antara manusia dengan binatang. Jika kawan-kawan tidak menggunakan akal maka kawan-kawan adalah . . . ( jawab sendiri ajalah… he..he..).
Ya mungkin cukup untuk opini kali ini semoga akan ada opini-opini yang lain selanjutnya. (aamiin). Aku ingatkan kepada kawan-kawan “jangan takut untuk berpikiran negatif”.
Sekian dan terima kasih sudah membaca.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yogyakarta, 12-6-2014                                                                                                                         

Jumat, 22 Mei 2015

Catatan Perjalanan Gunung Sumbing via Garung 16-17 Mei 2015

Tanggal 16 Mei 2015 kami mulai perjalanan dari jogja untuk mendaki gunung sumbing. Pukul 08.00 kmai berangkat dari jogja menuju basecamp Garung Wonosobo. Kali ini kami beranggotakan 8 orang, 3 orang laki-laki (Bagus, Yazid, dan Taufik) dan 5 orang perempuan ( Mida, Anggri, Dina, Aisyah, dan Dian). Ini merupakan ketiga kalinya saya mendaki gunung Sumbing. Walaupun sudah dua kali mendaki gunung Sumbing tapi saya belum pernah sampai puncak.
Persiapan sebelum berangkat
Setelah melalui perjalanan yang melelahkan akhirnya pukul 12.00 kami sampai di basecamp Garung. Di basecamp sudah banyak motor yang diparkir hingga kami parkir dipinggir jalan. Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari tukang parkir, kurang lebih 800 orang sudah mendaki gunung Sumbing dari hari sebelumnya. Memang saat ini gunung merupakan tempat wisata idaman, walaupun akibatnya banyak sampah yang tertinggal akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Kami melakukan registrasi di basecamp. 8 orang dikenai bayaran 65 ribu sudah termasuk parkir dan air bersih.
Dari kiri ke kanan : Taufik, Mida, Dina, Anggri, Dian, Aisyah, Bagus, Yazid
Pukul 13.45 kami mulai pendakian. Dari basecamp menuju pos 1 anda bisa memilih jalan kaki atau naik ojek. Jarak basecamp ke pos 1 sejauh 3 km dari total 7 km jarak dari basecamp ke puncak. Kalau jalan kaki dibutuhkan waktu 2,5 jam sampai ke pos 1, sedangkan dengan ojek hanya membutuhkan waktu 15 menit. Kami putuskan untuk naik ojek dari basecamp ke pos 1. 1 orang dikenai bayaran 25.000 rupiah. pukul 14.00 kami sampai di pos 1 Malim, di pos 1 terdapat pos ojek dan warung tempat pendaki beristirahat. Di warung ini disediakan aneka gorengan dan minuman. setelah istirahat sejenak kami lanjutkan ke pos 2.
Gaya dulu di pos 1 Malim
Trio kwek-kwek dari Jogja
Pukul 15.00 kami sampai di pos 2 Genus, di pos 2 bisa didirikan beberapa tenda. setelah istirahat sejenak kami melanjutkan perjalanan menuju pos 3. Perjalanan menuju pos 3 didominasi oleh tanjakan yang curam dan bisa menguras tenaga.
Udah mulai tanjakan dari pos 1
Istirahat dulu di pos 2
Engkol-engkolan
Dimana-mana tetap eksis
Diperjalanan menuju pos 3 kami berpapasan dengan segerombolan orang. ternyata mereka sedang mengevakuasi seorang pendaki perempuan yang sakit.
Proses evakuasi
Cepat sembuh ya mbak...
Pukul 17.00 kami sampai di pos 3 Seduplak Roto. Kami hanya beristirahat sejenak di pos 3 dan melanjutkan perjalanan. setelah beberapa menit dari pos 3 ada tempat mendirikan tenda sebelum Pestan. Disini sudah banyak tenda yang dipasang oleh pendaki lain. Kami putuskan untuk mendirikan tenda disini. dari sini kami mendapatkan pemandangan matahari terbenam yang tertutup awan.
Istirahat sebentar di pos 3
Tanjakannya dimana-mana
Menikmati matahari terbenam
Sebenarnya kami mengejar sunrise, tapi karena cuaca yang dingin mengakibatkan malas untuk bangun. pukul 06.00 kami bersiap-siap untuk perjalanan menuju puncak. pukul 07.00 kami mulai pendakian menuju puncak. Setelah beberapa menit kami sampai di Pestan. Pestan merupakan tempat terbuka yang luas. walaupun banyak yang mengatakan mendirikan tenda di Pestan beresiko karena sering terkena badai tapi banyak juga tenda yang terpasang di Pestan.
Matanya itu lho.. hahaha...
Foto-foto dulu di pestan
Ayo berjuang sampai puncak... Semangat..
Setelah berfoto sejenak di Pestan kami melanjutkan perjalanan. jalur yang menanjak berbatu mengiringi perjalanan kami. Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan akhirnya kami sampai di Pasar Watu. Di pasar watu ini ada pertigaan, berdasarkan papan penunjuk diarahkan untuk mengambil jalur kiri. Kami beristirahat sejenak dan menikmati pemandangan sekitar. Setelah cukup beristirahat kami kembali melanjutkan perjalanan ke Watu Kotak. Sampai di watu kotak ada beberapa tenda dan pendaki yang beristirahat. Setelah beristirahat sejenak kami lanjutkan pendakian menuju puncak.
Ini baru namanya naik-naik ke puncak gunung
Jalani aja walaupun jalannya kayak gini
Eksis dulu di pasar watu
Mataharinya menemani perjalanan
Istirahat di watu kotak
Ditengah perjalanan kami kembali berpapasan dengan pendaki yang terluka. Dia terluka karena terpeleset, kepalanya penuh darah dan di perban dengan slayer. kami tidak bisa menghubungi basecamp karena susah sinyal. Pendaki tersebut kembali turun ditemani oleh teman-temannya dan kami melanjutkan perjalanan. sebelum sampai ke puncak ada pertigaan, apabila lurus akan ke puncak buntu sedangkan apabila ke kanan akan ke puncak kawah. kami ambil ke kanan untuk menuju puncak kawah karena puncak kawah lebih tinggi dari puncak buntu.
Lautan awan
Perjalanan menuju puncak kawah memang agak landai. Kami berjumpa dengan pendaki asal Gunung Kidul dan akhirnya kami jalan berbarengan. Setelah berjalan beberapa menit ada tebing yang seperti menghalangi jalan. Pendaki dari Gunung kidul mengatakan jalur untuk menuju puncak kawah harus mendaki tebing tersebut. Dari tebing itu ada jalur disebelah kanan untuk sampai ke puncak kawah. Pukul 11.00 kami sampai di puncak kawah gunung Sumbing.

Akhirnya sampai puncak
Diatas puncak Mida dan Anggri memberikan kejutan untuk Dina yang telah berulang tahun. Ini merupakan pendakian saya yang ketiga ke gunung Sumbing tapi merupakan yang pertama sampai ke puncak. dari puncak kami melihat ada makam di kawah sumbing. Kami juga melihat tenda terpasang di dekat makam tersebut.

Ada acara termehek-mehek di puncak
Manis-manis gula jawa, habis nangis ketawa-tawa
Pendakian yang ketiga
Puncak rajawali
Pukul 12.00 setelah puas berfoto ria kami putuskan untuk kembali ke tenda. Dari puncak minuman yang kami miliki hanya tersisa 2 botol. Memang pada awal muncak kami hanya membawa 5 botol air minum. akhirnya kami melakukan penjatahan untuk minum. Air minum kami habis ketika sampai di pasar watu. Dari Pasar Watu menuju tenda kami berjalan tanpa minum. Sesampainya di tenda kami minum air yang ada di tenda sampai puas. Ini merupakan pelajaran yang berharga bagi kami agar bisa memperhitungkan segalanya dengan matang.
Kaki pegal-pegal habis turun dari puncak
Packing dulu
Siap-siap untuk turun
Setelah cukup beristirahat kami mulai membuka tenda dan bersiap untuk turun ke basecamp. Pukul 16.30 kami mulai perjalanan turun. Pukul 18.30 kami sampai di pos 1 dan kami lanjutkan naik ojek untuk sampai ke basecamp dengan membayar 20.000/orang. Pukul 20.30 kami meninggalkan basecamp Garung dan memutuskan untuk tidak langsung menuju Jogja tetapi menginap di rumah Bagus karena jaraknya lebih dekat.
Demikianlah catatan perjalanan kami mendaki gunung Sumbing via Garung. Semoga ada manfaatnya buat para pembaca. Terima kasih.